Bahasa??? Apakah Kau Tau Tentang Bahasa Sebenarnya???

Hati Buta Dunia Hampa

Bumi berputar mengilingi matahari, bulan berputar mengelilingi bumi, hingga waktu terus bergulir tak pernah henti. Tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, bulan dan tahun tak pernah dan takkan pernah terhitung kelalaian yang tercipta, kasalahan yang diperbuat, dan dosa yang tercatat malaikat. Kelalaian yang tercipta karena terpesona oleh waktu. Kesalahan yang diperbuat karena kecerobohan diri dan dosa yang tercatatat karena terbuai bisikan sekutu.


Ketika terlahir kedunia yang begitu indah, meski belum terlihat oleh mata. Kilauan air mata bak mutiara terpancar kehangatan, membasahi pipi. Senyuman manis memberikan sejuta harapan, belaian kasih sayang terkuak sudah, kala terdengar tangisan pertama. Meski terus menerus membuat hati gundah.


Ketika mata telah benar – benar menyaksikan keagungan sang pencipta, ketika kaki mulai berpijak ke bumi dan kemudian berlari. Menikmati milikmu ya Allah. Diri yang tercipta hanya untuk mengabdi kepada Mu, hati yang merasa hanya jalan penghubung antara aku dan kau, merasakan ayat – ayat yang terucap oleh Mu. Jalankan perintah sesuai Rosul-Mu.


Namun, hati yang merasa buta karena diri yang terbuai waktu, yang berikan sejuta bisikan kebohongan, kesombongan dan keangkuhan seperti diri tak kenal Engkau. Seperti diri tak kenal tujuan hidup, diri yang kemudian lalai membuat hati lupakan keagungan Engkau. Waktu terbuang tanpa amal atau bekal diri menuju tempat terindahmu.


Semua yang tercipta oleh Mu membuat semua mata berlinang, hingga lupa akan tugas, kewajiban untuk mengabdi kepada-Mu. Mata yang selalu disajikan keindahan membuat hati beku, buta, hampa, dan mati rasa. Tinggalkan ayat – ayat mu dalam selimut debu, lupakan perintah tanpa sadar, akan azab dan peringatan yang kau beri.


Hati yang buta sudah terasa kini dalam diri, membuat jauh dari engkau, membuat setiap waktu menjadi suatu kesalahan, tak tahu apa guna waktu tercipta. Lisan yang tajam mencabik diri dengan ucapan untuk berputus asa, dan dosa yang tercatatat sudah, membuat diri menjadi bahan bakar neraka.


Diri yang tak berguna membuat dunia hampa, gelap gulita tanpa cahaya, penerang jalan untuk perbaiki dosa untuk mempersembahkan kembali ibadah terindah.

Akan kah dosa yang menggunung, yang tercatat tertutupi amal – amal yang akan membawa ke surga-Mu. Akankah taubat diri yang berlumur dosa akan diterima dan diampuni, menjadikan diri kembali suci tanpa ada rasa buta di mata, tanpa ada rasa hampa didunia.[?].

karya:Mahmud

0 komentar: